DARI JENDELA MUSPROV V IAI NTT 2025
IAI NTT akhirnya melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) V pada hari Sabtu 15 Maret 2025 bertempat di Ballroom Hotel Kristal Kupang. Musprov ke - V ini mengambil tema: Arsitek Berintegritas, Membangun NTT Berkelanjutan. Tema ini dipilih sebagai upaya keberlanjutan pembinaan anggota IAI Provinsi NTT agar semakin memiliki integritas dengan menjunjung tinggi kode etik dan kaidah tata laku profesi serta profesional dalam berkarya sehingga mampu menghasilkan karya arsitektur yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Musprov kali ini diisi dengan agenda utama pemilihan ketua IAI NTT yang baru masa bakti 2024-2027 dihadiri sekitar 120 anggota IAI NTT secara langsung maupun secara daring dari 247 anggota IAI NTT yang tercatat sampai tahun 2024. Turut hadir para undangan dari kalangan asosiasi profesi, instansi pemerintah terkait, perwakilan dari kampus yang memiliki jurusan arsitektur yaitu Unwira, Undana dan Universitas Citra Bangsa Kupang yang mengikuti sesi pembukaan kegiatan dan talk show.
Kegiatan Musprov sudah dimulai dengan sejumlah rangkaian acara yaitu Kegiatan Visioning pada Rabu 12 Maret 2025 yang merupakan agenda paparan Visi dan Misi para calon ketua yaitu Ar. Luiz Wilson ,IAI dengan Visi: IAI NTT PASTI BISA (Pesona Arsitek Selalu Terdepan, Inovatif, Berkompeten, Integritas, Santun dan Arif). Sementara Ar. Reginaldo C. Lake,IAI dengan Visi: Mandiri, Bermitra, Berdaya. Kegiatan ini dilakukan secara daring dan diisi dengan diskusi mendalam para anggota dengan kedua calon ketua terkait visi misi yang dipaparkan.
Kemudian pelaksanaan pemilihan yang dilakukan secara digital melalui google formulir pada hari Jumat 14 Maret 2025 mulai pukul 09.00 WITA sampai 15 Maret 2025 pukul 15.00 WITA. Sementara pada hari pelaksanaan Musprov sendiri diisi dengan kegiatan Talkshow dengan mengangkat tema "Arsitek Berintegritas Membangun Infrastruktur Berkelanjutan NTT" dan kemudian ada Pameran Karya 20 Arsitek NTT dengan tema "Integritas : Rupa dalam Komposisi".
Bersamaan dengan kegiatan Musprov, disamping Pameran Karya Arsitek NTT juga ada pameran dan presentasi produk material bangunan dari para sponsor yaitu Grand Elephant, Dekson, Avian, Fumira dan Maco. Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah biro arsitek dan mitra profesi lainya di Kupang, serta tidak lupa ada pameran produk ekonomi kreatif khas NTT dari Kobetama Art.
Pembukaan Kegiatan
Pembukaan Musprov V IAI NTT diawali dengan sambutan Ketua Panitia Ar. Reginaldo C. Lake,IAI dan Ketua IAI NTT periode 2021-2024 Ar. Robert Rayawulan,IAI yang pada intinya disamping menyampaikan maksud dan tujuan Musprov juga menyampaikan ungkapan selamat datang dan apresisasi terhadap kehadiran tamu undangan dan peran kolaboratif berbagai pihak demi terselanggaranya kegiatan Musprov. Ada begitu banyaknya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari IAI Nasional dengan kehadiran Ketua IAI Ar. Georgius Budi Yulianto,IAI,AA bersama Ketua Region III Ar. Gayuh Budi Utomo,IAI yang membawahi IAI Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Juga para sponsor yang telah mendukung terselanggaranya Musprov V ini.
Musprov kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Ketua DPRD NTT Ir.Emelia Julia Nomleni yang juga alumnus Arsitektur dari UKI Jakarta. Dalam sambutan Ibu Emi berpesan apapun bidang pekerjaan, tugas dan profesi kita, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di NTT. Pada kesempatan ini dilakukan seremonial sederhana namun bermakna yaitu pemberian status anggota luar biasa kepada Ibu Emi oleh Ketua IAI Ar. Georgius Budi Yulianto,IAI,AA.
Ketua IAI Georgius Budi Yulianto,IAI,AA pada sambutan pembukaan menyampaikan kegiatan IAI fokus untuk meningkatkan kualitas anggota dengan agenda besar yaitu ada 2 (dua) agenda tahun 2025 yaitu penyelenggaraan Arch.id yang merupakan kegiatan expo terbesar dunia arsitektur Indonesia dan kegiatan Rakernas yang dilakukan bersamaan dengan HUT IAI pada tanggal 16 September nanti. Kemudian Pak Boegar (sapaan akrab ketua) mendorong anggota IAI juga masuk menjadi anggota ASEAN Arsitek dan menantang 5 orang anggota IAI NTT untuk masuk menjadi anggota ASEAN Arsitek. Pada bagian akhir sambutanya beliau mendorong IAI NTT juga dapat mengajukan diri menjadi salah satu kandidat tuan rumah Rakernas 2026 karena rencananya IAI akan menyelenggarakan kegiatan tersebut di wilayah Selatan Indonesia.
Pembukaan Musprov V IAI NTT dilakukan oleh Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTT Liklikwatil M. Julius,ST,MT yang mewakili Gubernur NTT. Dalam sambutannya, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTT mengharapkan dukungan dan kontribusi anggota IAI NTT dalam mewujudkan Visi dan Misi Gubernur - Wakil Gubernur NTT yang baru periode 2025-2029 dalam Program Dasa Cita : Ayo Bangun NTT, khususnya Cita ke 7 yaitu Pembangunan Jalan, Listrik, Air, Rumah Layak Huni untuk mewujdukan NTT Sejahtera melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan partisipasi bersama, penerapan infrastruktur hijau dan biru, serta pertimbangan resiliensi bencana dan perubahan iklim. Gubernur NTT mengharapkan IAI NTT dapat menyelaraskan, berkolaborasi dengan sektor dan profesi lainnya untuk menjadi ujung tombak pembangunan NTT melalui karya arsitektur yang berkualitas untuk mendukung terwujudkan infrastruktur berkelanjutan di NTT.
Talkshow
Talk show ini menampilkan tema yang selaras seirama dengan tema Musprov yaitu "Arsitek Berintegritas, Membangun NTT Berkelanjutan" dan menampilkan 3 (tiga) narasumber dengan moderator Ar.Joseph Liem,IAI yaitu Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTT Liklikwatil M. Julius,ST,MT, Ketua IAI Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI,AA dan Ketua IAI NTT periode 2021-2024 Ar. Robert Rayawulan,IAI.
Tampil sebagai pembicara pertama Liklikwatil M. Julius,ST,MT menyampaikan materi "Peluang Arsitek NTT dalam Strategi Pembangunan NTT". Isu - isu kekinan arsitek yang diangkat antara lain berbasis lokal, inovasi berkelanjutan dan upaya karya arsitektur yang mendukung peningkatan lingkungan hidup. Tantangan dan peluang bagi arsitek di NTT adalah introspeksi diri untuk terus meningkatkan ketrampilan, inovasi dan transformasi bentuk. Dengan salah satu peluang adalah berkarya di sektor pariwisata melalui desain fasilitas wisata seperti hotel, restoran, bangunan publik lainnya yang dapat menjadi ikon dan daya tarik wisata baru. Sehingga perlu riset dan inovasi berkelanjutan khususnya dengan mengangkat nilai lokal seperti potensi arsitektur tradisional yang ada di NTT. Arsitek juga dituntut untuk dapat berkolaborasi dengan berbagai mitra baik pemerintah maupun lembaga non pemerintah agar dapat mendukung terwujudnya Program Dasa Cita khususnya terkait pembangunan infrastruktur berkelanjutan di NTT.
Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI,AA yang tampil sebagai pembicara kedua, menyampaikan pikiran tentang integritas arsitek yaitu konsistensi antara nilai, prinsip dan tindakan dan jika arsitek bisa memiliki ini akan menjadi barometer karya arsitektur yang memenuhi aspek keandalan bangunan dan selaras dengan arahan pemanfaatan ruang kawasan. Pada bagian lain disampaikan kondisi arsitek di Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar 5.800 (pemegang STRA dan SKK) dengan jumlah penduduk 280 juta maka rasio 1: 50.000, sementara idealnya rasio 1 : 15.000, sehingga peluang kerja sangat terbuka karena masih kekurangan tenaga arsitek namun disisi lain perlu penambahan arsitek.
Pada kesempatan ini juga Ketua IAI mendorong arsitek NTT senantiasa meningkatkan kompetensi diri dengan mengikuti serangkain diklat dan IAI sendiri sudah menyiapkan program yang disebut Architectural Advanced Professional Development Program (AAPDC) yang dapat diikuti. Kemudian mendorong proses lisensi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sebagai upaya perlindungan praktek arsitek. Serta tidak lupa melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk dapat menghasilkan karya arsitektur yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara Ketua IAI NTT 2021-2024 Ar. Robert Rayawulan,IAI menyampaikan gagasan bahwa arsitek bukan saja sebagai profesi atau tenaga kerja tetapi sekaligus menjadi panggilan hidup dan mendapat tugas khusus perutusan dari Tuhan Sang Pencipta untuk menciptakan lingkungan binaan yang berkualitas. Konsep integritas arsitek menurut beliau merupakan komitmen dan tanggungjawab dari tugas perutusan dan kemampuan mempraktekkannya, sehingga arsitek harus memiliki kecakapan teknis pemecahan masalah dan memiliki etika dalam berkarya.
Terkait konsep keberlanjutan dalam dunia arsitektur menurut beliau ada 2 (dua) hal yaitu keberadaan dan kebertahanan. Potensi NTT adalah keberadaan arsitektur vernakular yang terdiri dari 14 ragam vernakular yang harus dilestarikan dan dimaksimalkan. Sementara gagasan kebertahanan adalah arsitektur terancam kehilangan jati diri sehingga arsitek NTT harus mempu menampilkan karya arsitektur berwajah global berkepribadian lokal. Ini yang menjadi tantangan arsitek NTT menciptakan identitas lokal karya arsitektur NTT.
Agenda Demokrasi
Agenda ini merupakan bagian akhir yang ditunggu para anggota dan kegiatan bersifat internal untuk anggota IAI NTT dan dilakukan dalam bentuk sidang - sidang pleno dan Komisi. Sidang- sidang pleno ini dipimpin Ar. Petrus J. Giri,IAI.
Pleno 1 untuk pembahasan dan pengesahan tata tertib Musprov, Pleno 2 penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus IAI NTT 2021-2024. Setelah Pleno 2 dilakukan sidang komisi untuk membahas garis besar rancangan usulan program dan kegiatan yang akan dibahas lebih lanjut oleh pengurus yang baru nanti. Rancangan usulan tersebut untuk empat bidang yaitu Bidang Pendidikan, Pengkajian dan Pelestarian Arsitektur, Bidang Penghargaan Arsitektur, Bidang Profesi dan Kepranataan serta Bidang Humas dan Organisasi.
Pleno 3 merupakan agenda pemilihan ketua IAI NTT Periode 2024-2027. Pada pleno ini diumumkan hasil voting / pemungutan suara untuk memilih ketua. Dari 78 suara yang masuk terpilih Ar. Luiz O. Wilson,IAI sebagai Ketua IAI NTT periode 2025-2027. Pleno 4 merupakan merupakan prosesi pelantikan Ketua IAI NTT terpilih oleh Ketua Umum IAI Ar. Georgius Budi Yulianto ,IAI,AA dan selanjutnya penyerahan panji bendera IAI sebagai tanda penyerahan tongkat estafet kepemimpinan dari Ar.Robert M. Rayawulan, IAI kepada Ar.Luiz O.Wilson,IAI.
Kegiatan penutupan Musprov V IAI NTT dilakukan oleh Ketua IAI Ar. Georgius Budi Yulianto,IAI,AA. Pada sambutanya, mengharapkan ketua terpilih segera menyusun kepengurusan paling lambat 14 hari untuk proses persetujuan di IAI selanjutnya dan menyiapkan program kerja yang mendukung agenda IAI khususnya Region 3. Juga menitipkan sejumlah pesan antara lain IAI NTT dapat mencalonkan diri senagai tuan rumah Rekernas IAI 18 Tahun 2026 di Labuan Bajo, Mendukung rencana Festival Layang-Layang Arsitektur di Labuan Bajo yang menjadi festival berskala nasional. Selanjutnya mohon bantuan dan keterlibatan dalam satgas penanggulangan bencana melalui keterlibatan dalam sejumlah agenda penelitian yang dapat dimanfaatkan bagi mitigasi bencana sebagai bagian kontribusi IAI bagi pembangunan.
Penutup
Agenda demokrasi sudah selesai, rivalitas sudah selesai, Ketua IAI NTT yang baru sudah terpilih dan dilantik. Kini saatnya anggota IAI NTT membangun kebersamaan, soliditas dan kerjasama untuk mendukung sejumlah agenda baik internal IAI NTT maupun IAI Nasional, khususnya mewujudkan Arsitek NTT yang berintegritas dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Bumi Flobamora.
Salam Sejawat,
Ar. Paul J. Andjelicus,IAI
Bidang Humas, Organisasi dan Kelembagaan
Dokumentasi: Panitia/IAI NTT 2025