IAI NTT AUDIENSI DENGAN DINAS PAREKRAF NTT
IAI NTT AUDIENSI DENGAN DINAS PAREKRAF NTT
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Nusa Tenggara Timur berkesempatan melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT Drs. Doris Alexander Rihi,M.Si di Kantor Dinas Parekraf Provinsi NTT di Kupang pada hari Selasa, 28 Juli 2026. Pada momen tersebut, Ketua IAI NTT, Ar. Luiz O. Wilson,IAI yang didampingi beberapa anggota pengurus menyampaikan informasi rencana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Arsitek Indonesia yang akan dilakukan di Labuan Bajo pada bulan September 2026 nanti. Rakernas sendiri terdiri dari beberapa agenda baik kegiatan utama (main event) yaitu rapat kerja nasional maupun kegiatan penunjang (side event). Kegiatan penunjang tersebut meliputi pameran arsitektur dan material bangunan, seminar / workshop arsitektur dan city tour arsitektur. Di samping itu ada side event skala nasional yaitu Festival Layang - Layang Nasional : Architecture in the Sky (LAS).
Labuan Bajo dipilih menjadi tempat Rakernas IAI tahun ini karena dikenal sebagai salah satu kawasan pariwisata nasional yang disebut Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo dan terus berkembang, dengan karakter lanskap yang unik dan daya tarik wisata yang mendunia. Kawasan ini tidak hanya menawarkan habitat hewan purba Komodo dan panorama alam yang memukau, tetapi juga potensi besar kearifan budaya dan menjadi salah satu model pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para delegasi sekitar 200 orang arsitek dari 34 provinsi untuk menyaksikan langsung keindahan alam dan budaya Labuan Bajo dan NTT.
Untuk kegiatan Architecture in the Sky sendiri merupakan festival layang -layang skala nasional yang baru pertama kali dilaksanakan di NTT yang diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata / atraksi baru di Labuan Bajo untuk para wisatawan dan pengunjung dan seluruh masyarakat Labuan Bajo dan Manggarai Barat. Kegiatan ini juga menjadi media promosi wisata NTT di tingkat internasional melalui liputan media dan antusiasme wisatawan mancanegara yang hadir.
Kegiatan LAS ini terdiri dari dua acara yaitu kegiatan workshop layang-layang selama sehari dengan target peserta sekitar 40-60 orang siswa SMP. Kemudian puncak acara akan dilaksanakan tanggal 18 September 2026 dengan lokasi di Pantai Gorontalo atau Plaza Marina Labuan Bajo. Layang – layang yang akan diterbangkan nanti adalah layang – layang berukuran besar yang mengambil bentuk arsitektur termasuk arsitektur rumah tradisional dan akan ditangani oleh seniman layang-layang asal Bali I Kadek Dwi Armika.
Pada kesempatan ini, Pengurus IAI NTT juga menyampaikan harapan kolaborasi dengan Dinas Parekraf NTT dan IAI NTT siap mendukung Program Prioritas Dasa Cita : Ayo Bangun NTT 2025-2029 melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan khususnya desain bangunan dan lingkungan binaan yang dapat menunjang pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT.
Kadis Parekraf NTT yang didampingi beberapa jajarannya, mengapresiasi upaya dan kontribusi nyata yang telah dilakukan IAI NTT bagi pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT. Arsitektur menjadi bagian dari sub sektor industri ekonomi kreatif telah turut mewarnai pembangunan di NTT. Menurut beliau, saat ini karya arsitektur di NTT sebagian besar merupakan hasil karya arsitek dari NTT sendiri dan bahkan karya tersebut menjadi daya tarik wisata baru seperti Gedung Kantor Gubernur NTT yang berbentuk Sasando.
Terkait event Architecture in the Sky di Labuan Bajo sendiri, Dinas Parekraf NTT menyampaikan apresiasi adanya kegiatan ini dan menjadi momen untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di DSP Labuan Bajo, sehingga wisatawan tidak hanya mengenal Komodo dan TN Nasional saja. Namun terdapat ragam atraksi wisata lainnya yang tidak kalah unik dan seru. Beberapa catatan dan harapan untuk pelaksanaan LAS ini antara lain kegiatan ini dapat menjadi agenda tetap, menghadirkan pelaku UMKM pada saat pelaksanaan agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku ekonomi kreatif, memperhatikan proses perijinan untuk keramaian dan ijin penggunaan ruang udara karena berdekatan dengan Bandara Komodo. Koordinasi akan tetap dilakukan untuk mendukung kegiatan ini terutama dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Terkait kolaborasi, IAI NTT dan Dinas Parekraf Provinsi NTT telah melakukan kerjasama tahun 2021 lalu dan ini menjadi dasar untuk peningkatan kolaborasi di masa depan. Menurut Kadis Parekraf NTT, peluang itu terbuka karena melihat potensi yang ada dari arsitek NTT dan kebutuhan untuk pembangunan pariwisata melalui kehadiran destinasi atau daya tarik wisata baru. Pemerintah NTT sendiri sedang menggagas untuk membangun kawasan wisata baru seperti Taman Mini di Jakarta dan saat ini masih dalam tahap pencarian lokasi yang tepat. Peran asosiasi profesi arsitek di NTT akan dibutuhkan untuk memberikan gagasan konsep desain kawasan wisata baru yang cocok dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki NTT.
Mari kita bekerja sama untuk mendukung pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT. IAI NTT Pasti Bisa.