IAI TETAP HADIR DI LABUAN BAJO
IAI TETAP HADIR DI LABUAN BAJO
Bumi Nusa Tenggara Timur berguncang setelah pada hari Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA terjadi Gempa Bumi di Flores dengan kekuatan mangnitudo 7,7. Pusat gempa terletak di lepas pantai utara Flores, sekitar 30 km Timur Laut dari Kota Mbay Kabupaten Nagekeo. Sebanyak tujuh kabupaten di Flores mengalami kerusakan mulai dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka. Kabupaten yang paling parah adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Nagekeo. Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat selama satu bulan untuk penanganan korban meliputi penyelamatan korban, dan penyaluran bantuan. Sampai saat ini masih terus terjadi gempa bumi susulan dan menurut BMKG tercatat sekitar 5000 lebih gempa susulan per 31 Agustus 2026.
Kejadian ini hanya berselang satu bulan sebelum pelaksanaan Rakernas IAI 2026 yang rencananya akan dilakukan di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat tanggal 15 – 22 September 2026. Memperhatikan kondisi pasca gempa bumi Flores, situasi terakhir Labuan Bajo dan memperhatikan saran masukan dari berbagai pihak baik pusat dan daerah maka, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) memutuskan untuk tetap melaksanakan Rakernas sesuai rencana dengan melakukan berbagai penyesuaian sejumlah agenda kegiatan yang diarahkan untuk memberikan empati dan mendukung penanganan Gempa Bumi Flores.
Tema Rakernas telah berubah dari sebelumnya "Arsitektur Berkelanjutan untuk Indonesia Maju" menjadi “Bersama Bergerak Indonesia Berdampak - Architecture for Resilience, Recovery, Humanity”. Tema ini dipilih sebagai respon kepedulian dan empati arsitek Indonesia terhadap Gempa Bumi Flores 2026 melalui gerak kolaborasi sinergis dengan berbagai elemen lainnya. Ini merupakan sebuah manifestasi dan seruan aksi nyata mengenai pentingnya peran arsitektur dalam membangun kembali bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan, perubahan iklim, dan isu kemanusiaan di Indonesia. Makna yang terkandung dalam Bersama Bergerak Indonesia Berdampak adalah kolaborasi lintas sektor yang inklusif antara arsitek, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk memastikan setiap karya arsitektur, kebijakan tata ruang, dan inovasi desain memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sosial-ekonomi di seluruh penjuru nusantara.
Tema ini sejalan dengan Program Architecture Acceleration Workshop (AAW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan menjadi bagian dari Kegiatan International Disaster Resilience Workshop and Conference 2026 dengan tema “Rethinking Architecture: Disaster Risk Reduction, Resilience and Recovery” yang telah berlangsung di Banda Aceh bulan April 2026 lalu. AAW adalah sebuah program peningkatan kapasitas arsitek yang diadakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat desain bangunan yang tangguh dan adaptif terhadap bencana. Tema ini menegaskan komitmen IAI dalam mendukung pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan tangguh terhadap bencana, pelestarian budaya, peningkatan kualitas lingkungan binaan, serta pengembangan kawasan yang berkelanjutan Hal ini sejalan dengan peran arsitektur untuk mendukung kehidupan yang humanis.
Respon empati tersebut diwujudkan dalam kegiatan Rakernas yang akan diisi dengan beberapa agenda kegiatan kepedulian bencana seperti donasi, workshop kebencanaan dan menyiapkan model pembangunan (rumah) kembali yang lebih aman dan tangguh melalui pilot project recovery pasca gempa di salah satu lokasi terpilih di Manggarai Barat.
Keputusan IAI untuk tetap menyelanggarakan Rakernas di Labuan Bajo merupakan bentuk komitmen kehadiran arsitektur dan arsitek dalam kontribusi peran sosialnya untuk ikut terlibat dalam penyelesaian masalah sosial masyarakat khususnya yang berkaitan dengan dunia arsitektur seperti membangun hunian dan lingkungan hidup yang manusiawi. Termasuk ikut terlibat dalam penyiapan hunian pasca gempa sebagai bagian dari upaya pemulihan kehidupan untuk masa depan.
Dengan semakin normalnya aktivitas di Labuan Bajo, Rakernas di Labuan Bajo yang (mungkin) menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan di Labuan Bajo, akan memberikan pesan dan energi positif secara nasional dan dunia terkait kondisi Flores dan pertumbuhan industri pariwisata di Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia. Gempa bumi boleh menghancurkan berbagai fasilitas fisik yang ada tapi tidak boleh menghancurkan semangat harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Masih terkait tema kebencaan yang dalam Rakernas IAI Labuan Bajo, ada 3 (tiga) pilar utama dalam kaitan dengan Arsitektur Berdampak untuk penanganan bencana yaitu:
Resilience (Ketangguhan): Perancangan infrastruktur dan hunian yang adaptif serta tahan terhadap ancaman multi-bencana fisik (gempa bumi, tsunami, banjir) maupun dampak perubahan iklim global.
Recovery (Pemulihan): Peran arsitektur pasca-bencana untuk mempercepat pemulihan ruang hidup, psikologis korban, dan rekonstruksi fasilitas publik secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Humanity (Kemanusiaan): Menempatkan manusia dan komunitas sebagai pusat dari setiap desain (human-centered design). Arsitektur bukan sekadar estetika bangunan, melainkan alat untuk memanusiakan manusia, memberikan rasa aman, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan.
Gempa bumi yang melanda Flores memberikan dampak kerusakan terhadap masyarakat dan kehidupan sehari-hari, permukiman dan rumah tinggal, fasilitas umum dan lingkungan, aktivitas sosial dan ekonomi. IAI terpanggil dan berempati dengan tindakan nyata bukan hanya melalui bantuan donasi, tetapi melalui Aksi Nyata IAI Hadir dalam bentuk Pendampingan, Pembelajaran, Perencanaan, Model Pembangunan Kembali yang Lebih Aman dan Tangguh.
Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Rakernas terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan yaitu rapat kerja nasional yang menjadi agenda utama (main event) dan beberapa acara penunjang (side event). Agenda utama adalah Rapat Kerja Nasional IAI akan dilakukan 15 – 17 September 2026 bertempat di Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo yang tetap menjadi pusat kegiatan Rakernas. Rakernas akan dibuka dengan welcome dinner pada tanggal 15 September 2026.
Di samping main event, ada side event Rakernas tanggal 16 – 19 September 2026 meliputi
- Pameran Arsitektur dan Material Bangunan : 16 - 17 September 2026
- Seminar / Workshop Arsitektur terkait kebencanaan: 16-17 September 2026
- Perayaan HUT IAI : 17 September 2026
- Festival Layang – Layang Arsitektur: Architecture in the Sky : 18 September 2026 yang dirubah bentuk kegiatan menjadi Menerbangkan Layangan Bersama simbol empati, kebangkitan dan harapan.
- Penghargaan SAA Award dari Bluescope: 17 September 2026
- Charity Tour Labuan Bajo : 18 September 2026
- Sea and Island Tour (one day trip ke TN Komodo) : 19 September 2026
Selanjutnya terdapat Agenda Kebencanaan sebagai respon cepat IAI yang dilakukan melalui Program IAI Hadir. Desain kegiatan terdiri dari 3 (tiga) kegiatan utama yang berlangsung tanggal 15 -18 September 2026 yang berbarengan dengan kegiatan Rakernas yaitu Identifikasi pemetaan kebutuhan di salah satu lokasi terdampak sebagai pilot project, Workshop Kebencanaan untuk perumusan produk bantuan dan Penyerahan produk bantuan hasil workshop dalam bentuk handbook / panduan hunian pasca bencana. Kegiatan terakhir akan dirangkai dengan kegiatan donasi dan menerbangkan layang-layang bersama sebagi simbol empati, kebangkitan dan harapan. IAI akan segera membentuk tim kerja yang terdiri dari beberapa alat kelengkapan pengurus nasional antara lain Badan Keprofesian, Badan Pengabdian Profesi, Badan Pengkajian dan Pelestarian, komunitas arsitek muda dan diperkuat anggota dari IAI NTT.
IAI tetap hadir di Labuan Bajo, Halo.....Flores NTT, kalian tidak sendiri.
Sampai Jumpa di Labuan Bajo
.IAI NTT Pasti Bisa.
Ar. Paul J, Andjelicus,IAI
Bidang OHA
Dokumentasi: Istimewa